Tampilkan postingan dengan label Dunia kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia kriminal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Juni 2010

Kapal Misi Kemanusiaan RI Ditembaki Israel

VIVAnews - Kapal kemanusiaan Mavi Marmara yang membawa misi kemanusiaan Indonesia dan jurnalis tvOne ditembaki helikopter Israel di perairan Gaza, Palestina.

Tiga orang dikabarkan tvOne meninggal dan 30-an lainnya luka-luka. Peristiwa terjadi Senin 31 Mei 2010.

Di dalam kapal ini terdapat aktivis Mer-C Indonesia yang membawa misi kemanusiaan. Juga ada jurnalis tvOne yang melakukan liputan di atas kapal ini.

Mer-C atau Medical Emergency Rescue Committee adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis.

Relawan MER-C Indonesia yang ikut dalam misi ke Gaza adalah Nur Fitri Moeslim Taher selaku ketua tim dengan anggota dr Arief Rachman, Abdillah Onim, Nur Ikhwan Abadi, dan Muhammad Yasin. Mereka ikut rombongan misi "Flotilla to Gaza" (kebebasan untuk Gaza) tahun 2010 bersama berbagai elemen dan pegiat kemanusiaan dan hak asasi manusia dari 50 negara yang masuk Gaza pada tanggal 25 Mei 2010.

Sukarelawan dari 50 negara yang ikut misi ini ada di bawah koordinasi Insani Yardim Vakfi, Turki. Misinya menghentikan blokade militer-politik-ekonomi Israel yang mengepung Gaza dan sudah berjalan hampir 4 tahun ini, serta memakan korban ribuan jiwa. Kapal ini juga membawa sekitar 10 ribu ton bantuan kemanusiaan.

Israel mengancam akan mengebom kapal-kapal yang mengangkut misi kemanusiaan untuk warga di jalur Gaza.

(umi)

sumber: http://dunia.vivanews.com/news/read/...tembaki_israel

www.kaskuslover.tk

www.kaskuslover.tk

www.kaskuslover.tk

www.kaskuslover.tk

www.kaskuslover.tk

www.kaskuslover.tk

www.kaskuslover.tk

Berikut nama 12 WNI yang berada di Kapal Mavi Marmara:

Dari Mer-C:
1. Nur Fitri Moeslim Taher (Ketua Tim)
2. dr Arief Rachman
3. Abdillah Onim
4. Nur Ikhwan Abadi
5. Muhammad Yasin (Jurnalis TV One)

Dari Kispa:
1. H Ferry Nur (Ketua Kispa)
2. Muhendri Muchtar (Wakil Ketua Kispa)
3. Okvianto Baharudin
4. Hardjito Warno

Dari Sahabat Al Aqsha - Hidayatullah:
1. Dzikrullah Ramudya
2. Surya Fahrizal
3. Santi Soekanto

Minggu, 06 Juni 2010

Hacker Indonesia "bermain" di situs dari Yahudi ( ISRAEL )


Keprihatinan atas peristiwa yg terjadi dipalestina diungkapkan dalam berbagai bentuk..salah satunya para Hacker Indonesia melakukan hack terhadap salah satu situs israel....ini gan
http://sge.co.il/

































ketika dibuka akan terdengar lagu Michael Heart berjudul We Will Not Go Down
serta akan muncul teks dalam bahasa indonesia sebagai berikut :

Cahaya putih yang membutakan mata
Menyala terang di langit Gaza malam ini
Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati

Mereka datang dengan tank dan pesawat
Dengan berkobaran api yang merusak
Dan tak ada yang tersisa
Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal

Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini

Wanita dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara para pemimpin nun jauh di sana
Berdebat tentang siapa yg salah & benar

Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan
Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujan asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal

Apabila dicermati, kalimat tersebut merupakan terjemahan dari syair lagu We Will Not Go Down yang dinyanyikan untuk menunjukkan simpati terhadap rakyat Palestina. Di akhir tampilan halaman, pelaku tersebut menyerukan agar Israel menghentikan serangan terhadap rakyat Palestina.
SEMOGA PARA HACKER2 INDONESIA LAINNYA TIDAK MENGHANCURKAN SITUS BANGSA SENDIRI...HANCURKAN SITUS MILIK BANGSA LAIN YG MERUGIKAN KITA
http://xwingthunder.files.wordpress.com/2008/02/hacker.jpg

berikut ini adalah daftar situs zionis yg berhasil di hack

http://www.stauberlaw.com

http://www.yanivzada.com

http://www.yanivedry.com

http://tintun.org.il

http://theculinaryexp.com

http://www.purehairstyling.com

http://creativegrdn.com

http://www.kadoshyaniv.com

http://www.danreisinger.com

http://www.dgeng.com

http://epi.co.il

http://herstylereu.com

http://bethlehem-gifts.com

http://bringmecomfort.com

http://www.afi-europe.eu

http://www.agrogreen.co.il

http://www.avner.org.il

http://www.baptistcave.org.il

http://www.barmaster.co.il

http://www.buzzilla.com

http://www.cal.co.il

http://www.cpl.co.il

http://creditech.co.il

http://www.danya-cebus.co.il

http://www.electra.co.il

http://www.enviro-services.co.il

http://hcourt.co.il

http://www.icetv.co.il

http://www.invest-as.com

http://www.limorlivnat.co.il

http://www.maccabi-dent.com

http://www.manta-blog.com

http://minrav.co.il

http://www.misterzol.co.il

http://www.nishaglobal.com

http://www.penthouses.co.il

http://www.portobello-hotel.gr

http://quit.co.il

http://savyonim-mall.co.il

http://www.7kook.com

http://sge.co.il

http://soad.co.il

http://www.soadbaby.co.il

http://soadfamily.co.il

http://www.space-neveoz.co.il

http://tara.co.il

http://www.tvs.co.il

http://tbwad.com

http://www.tih.co.il

http://www.anavid.co.il

http://www.vidoflex.com

http://ytong.co.il

http://zhuti.co.il



sumber :http://timetotalks.blogspot.com/2010/06/hacker-indonesia-bermain-di-situs-dari.html

Kepala Orang Dipenggal, Dibunuh, Lalu Dijadikan Sup Untuk Anak Ceweknya

Lin Zongxiu, warta Sichuan China, mempunyai seorang anak perempuan berumur 25 tahun yang telah menderita sakit jiwa sekian tahun. Orang tuanya telah membawa dia berobat tetapi masih belum sembuh juga. Lalu, sang ibu mendapatkan resep rahasia dari seseorang bahwa obat paling mujarab adalah sop kelapa orang!
Setelah mendengar ada resep manjur untuk menyembuhnya putrinya yang sakit jiwa, Lin Zongxiu, warga Sichuan China, mencari cara bagaimana mendapatkan bahan untuk resep itu, demikian diberitakan oleh Koran Chengdu Commercial.

Lin yang mungkin saja sudah stress menjaga anaknya yang sakit jiwa pun memutuskan untuk mencoba resep rahasia tersebut, maka dimulai lah rencana untuk mendapatkan kepala orang teresebut. Mereka pun meminta bantuan seorang pria untuk membantuk mereka mendapatkan kepala tersebut. Sang Pria pun kemudian menjalankan aksinya terhadap seorang kakek berusa 76-tahun yang sedang lewat dalam keadaan mabuk dan tidak sadar yang kemudian memberikan kepalanya kepada Lin. Setelah itu, kepala korban dimasak bersama dengan bebek (mungkin untuk menghilangkan bau sup manusia nya) yang kemudian dihidangkan untuk putrinya. Makanya kalau lagi dugem dan mabok, jangan suka jalan-jalan tidak beraturan. Pada saat melewati rumah kontrakkan orang, jangan-jangan nasibnya seperti sang kakek ini.

http://www.artikelbebasku.co.cc/

ilustrasi gambar

Perbuatan Lin dan suaminya itu terendus polisi yang kemudian keduanya pun ditangkap dan dibawa ke pengadilan. Lin dihukum hukuman mati dengan masa penundaan eksekusi sampai dua tahun. Ia juga dianggap bersalah turut membantuk menghilangkan barang bukti seperti mayat sang pria, baju dan sepatu korban. Penundaan eksekusi selama dua tahun tersebut berarti hukuman Lin bisa berkurang menjadi penjara seumur hidup kalau selama dua tahun tersebut dia menunjukkan perbuatan baik dan tidak melakukan kejahatan yang lebih berat.
sumber http://www.artikelbebasku.co.cc/2010/05/kepala-orang-dipenggal-dibunuh-lalu.html

Kamis, 03 Juni 2010

Ngebut di Hari Hujan, Pengendara Motor Digilas Truk


yang masih "agak" beruntung penumpangnya:


sumber: http://dunia-panas.blogspot.com/2010/05/foto-extreme-ngebut-di-hari-hujan.html

Sabtu, 17 April 2010

Berbagai Kejadian Aneh, “Saya Dipukuli Tapi Tidak Sakit Sama Sekali” !!! (BENTROK makam mbah PRIOK)


JAKARTA – Saat bentrok di sekitar makam Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad alias Mbah Priok, massa dan para anggota Satpol PP saling lempar dan baku pukul.

Di lokasi, massa dan anggota Satpol PP terlihat mengalami luka parah. Puluhan korban pun dilarikan ke RSUD Koja, RSUD Tarakan, dan RS Pelabuhan.

Namun lain dengan apa yang dialami Ahmad Syaukani (42). Pria asli Aceh itu telah 10 tahun tinggal di Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dia termasuk satu di antara ratusan orang yang terlibat bentrok dengan massa.


Namun Syaukani yang terlibat baku pukul dengan anggota Satpol PP mengaku tidak merasakan sakit sama sekali ketika anggota Satpol PP menghantamnya dengan tongkat pemukul.



“Saya kemarin merasa aneh karena badan saya tiba-tiba kok merasa ringan? Saat aparat menyerang, saya dipukuli tapi tidak sakit sama sekali, apalagi sampai berdarah. Malah seolah-olah di depan saya orang-orang zalim yang patut diperangi,” kisahnya saat berbincang dengan okezone di dekat kompleks makam, Kamis (15/4/2010).

Apakah Bapak punya ilmu kebal?

“Oh, nggak sama sekali. Saya sering mengaji dan ziarah ke makam Mbah Priok. Saya juga nggak mahir bela diri,” akunya.

Di lokasi, memang banyak cerita beredar tentang berbagai kejadian aneh. Seperti dituturkan beberapa orang yang sempat ikut terlibat bentrok, kemarin di dalam kompleks makam ada sekira 200 orang yang melakukan perlawanan. Mereka rata-rata berusia remaja.



Menurut mereka yang saling berbagi cerita, secara logika, mengapa 2.000 anggota Satpol PP yang mau masuk tapi tidak bisa menembus pertahanan massa.

“Saya juga heran, mungkin karena keramatnya makam ini,” imbuh Syaukani.okz


sumber :okezone

Kamis, 15 April 2010

Foto-Foto Satpol PP yang Tewas di Depan Makam Mbah Priok

Ahmad Tajudin, Satpol PP yang Tewas di Koja

Bentrok di muka makam keramat Mbah Priok menimbulkan korban jiwa. Dua orang aparat Satuan Polisi Pamong Praja dipastikan tewas, Ahmad Tajudin dan W Soepono.

Kepergian korban menimbulkan duka bagi keluarga. Kakak Ahmad Tajudin, Ahmad Rivai (32), mengetahui kabar duka itu sehabis maghrib.

Lelayu datang dari rekan korban dari sesama anggota Satpol PP Jakarta Barat. “Pertama kali dikabarkan hanya cidera, begitu dikabarkan saya langsung ke RS Koja,” kata Ahmad Rivai, Kamis 15 April 2010 dini hari.

Ahmad Tajudin tewas dalam usia relatif muda, 27 tahun. Dia adalah warga Jalan HH No 43 RT 9/1, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Sebuah rumah sederhana satu lantai dengan tembok warna biru, diketahui sebagai tempat tinggalnya.

Ahmad Tajudin adalah anak kesebelas dari 13 bersaudara, dari pasangan Haji Mahmud dan Hj Halifah. Korban bekerja di Satpol PP Walikota Jakarta Barat sejak tahun 2005.

Ahmad Tajudin tewas dengan luka sabetan di punggung, luka di kepala, wajah dan lengan.

“Kami menerima ini dengan sabar dan meminta pengertian dari satpol PP untuk memperhatikan anggotanya,” kata Ahmad Rivai.

Sebelumnya, kepastian tewasnya Ahmad Tajudin disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Priyanto saat berkunjung ke RS Koja, pukul 23.00 WIB, Rabu 14 April 2010. Saat itu, baru satu aparat yang dipastikan tewas.

Sumber berita VivaNews

Kemudian ini berita tentang kematian Israel :

Keluarga Sesali Kematian Israel

Keluarga mengaku menyesalkan kematian Israel Jaya Mangunsang (26), aparat Satpol PP Jakarta Utara yang mengorbankan jiwanya ketika bertugas dalam penggusuran di Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang berakhir dengan kerusuhan.

“Meski dia (Israel) meninggal saat bertugas, namun saya tetap menyesali kejadian itu. Sebab Pemerintah Jakarta Utara tidak membekali keterampilan anggota Satpol PP untuk menghadapi massa,” ujar adik kandung korban, Kartika (22), kepada ANTARA di Bekasi, Kamis.

Almarhum Israel yang tinggal bersama orang tuanya di Jalan Swadaya RT02 RW14 nomor 97, Kelurahan Jati Bening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, telah bergabung dalam Satpol PP Pemerintah Jakarta Utara sejak tahun 2005 dengan status sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT).

“Berdasarkan pengakuan kakak saya, dia hanya dibekali pengetahuan seputar pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) dan jarang dibekali ilmu bela diri mau pun persenjataan yang lengkap untuk mengatasi kericuhan massa,” katanya.

Saat peristiwa kericuhan Tanjung Priok, kata dia, Israel anak ke dua dari empat bersaudara pasangan Zainal Abidin Mangunsong dan Ny. Tintauli Pangaribuan itu tergabung dalam tim lapis pertama pengamanan di Jalan Koja dekat Terminal Peti Kemas Tanjung Priok.

“Saat terjadi bentrokan, Israel bersama dengan rekan satu timnya tidak mampu mengimbangi jumlah massa yang saat itu mulai beringas. Saat terjadi kejar-kejaran, kakak saya terjatuh, sementara tameng dan pentungannya terpental,” katanya.

Melihat situasi itu, kata dia, sekumpulan massa yang mengamuk langsung melempari batu ke tubuh korban serta memberi pukulan menggunakan benda tumpul hingga mengeluarkan darah di bagian kepala belakang.

“Informasi yang saya terima dari temannya, Israel sama sekali tidak memberikan perlawanan, dan temannya lari menyelamatkan diri,” katanya.

Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Koja Jakarta Utara dalam keadaan koma untuk mendapat perawatan darurat. Namun, fasilitas kedokteran di RS tersebut tidak maksimal, sehingga kembali dirujuk ke RS Tarakan Jakarta Pusat, hingga akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 04:00 WIB akibat luka dalam di bagian kepala.

Sementara itu, Mikron Abadi (35), rekan korban yang juga bertugas sebagai anggota Satpol PP Jakarta Utara, turut membenarkan pernyataan Kartika terkait minimnya pembekalan anggota oleh Pemerintah Jakarta Utara dalam mengahadapi kerusuhan.

“Dalam sebulan, kami hanya sekali diberi pelatihan ilmu bela diri dasar setiap hari Jumat. Itu pun hanya sekitar 20 persen saja, selebihnya senam kesehatan jasmani di sekitar pelataran parkir gedung pemerintahan,” ujarnya.

Kendati anggota Satpol PP telah diberi Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) dari pemerintah setempat, kata dia, namun tidak seluruh anggota mendapat fasilitas secara penuh.

“Untuk kategori PTT, hanya menerima biaya pengobatan di RS saja. Namun, bagi yang telah PNS sudah menerima tunjangan secara penuh termasuk asuransi kematian,” ujarnya.

Menurut Mikron yang saat kericuhan bertugas sebagai supir truk pengangkut anggota, upah yang diterima anggota Satpol PP dengan status PTT setiap bulannya sekitar Rp1.650.000. Dengan perincian gaji pokok sebesar Rp900 ribu ditambah tunjangan kinerja Rp750 ribu.

Sumber berita Antara

Dan yang terakhir berita tentang W Soepono :

Jenazah Satpol PP Soepono Dievakuasi Petugas PMI

Setelah berjam-jam tergeletak, jenazah Satpol PP W Soepono, berhasil dievakuasi. Jenazah Soepono diusung dengan keranda oleh petugas PMI sambil berjalan kaki.

Pantauan detikcom, Selasa (14/4/2010), puluhan santri yang sebelumnya bentrok dengan Satpol PP, kini membantu mengawal jenazah tersebut ke RS Koja. Letak RS Koja memang tidak terlalu jauh dari pelabuhan ini.

Para santri juga membacakan salawat untuk jenazah Soepono. Informasi yang dikumpulkan, setelah dibawa ke RS Koja, Soepono akan diotopsi di RSCM.

Sebelumnya Soepono ditemukan tewas di kawasan peti kemas kompleks Pelindo. Kondisinya cukup mengenaskan. Seragam Satpol PP yang masih melekat di tubuhnya dipenuhi dengan darah.

Sumber berita DetikNews

Saya tidak mengetahui yang manakah diantara ketiga anggota Satpol PP tersebut yang ada di foto ini. Yang jelas foto ini diambil selepas kejadian bentrokan antara warga Koja dengan aparatur pemprov DKI tersebut.

Berikut foto-fotonya :